TeknoInfo

Indonesian Information Technology

Gigabyte keluarkan Radeon HD 4650 AGP

Jika anda pengguna PC lawas, pastinya anda mengenal istilah Accelerated Graphics Port. Pada tahun 1997, pengguna graphic card hanya dapat menikmati bandwith graphich hingga 133 MB/s lalu muncul AGP slot dengan kemampuan 266 MB/s, diikuti dengan AGP 2x dengan 533 MB/s, AGP 4x dengan 1,066 MB/s, dan terakhir adalah AGP 8x dengan 2,133 MB/s yang merupakan bandwidth maksimum yang mampu ditempuh oleh port ini.

Kemudian muncul PCI Express (PCIe) x16 slot, dengan kecepatan bandwidth 4,000 MB/s, hingga akhirnya perlahan lahan AGP 8x pun mulai mundur dan beberapa graphic card tercepat pun mulai berpindah ke teknologi PCIe standard yang menjanjikan throughput yang lebih tinggi dan juga kemampuan lebih untuk melakukan transfer dan memberikan power pada graphic card yang haus daya.

agp ensemble Gigabyte keluarkan Radeon HD 4650 AGP

AGP masih berkibar dibuat gigabyte

Berdasarkan standar teknologi PC yang ada saat ini AGP telah menjadi sejarah lama, ntah kenapa Gigabyte masih menciptakan VGA ini, yang pastinya AGP bus kebanyakan akan dinikmati oleh para gamer yang ingin bernostalgia dengan mengupgrade AGP sistemnya Gigabyte pun menciptakan GV-R465D2-1GI, dengan menggunakan chipset ATI Radeon HD 4650.

Ini cukup menarik dan mengundang perhatian, Radeon HD 4650 sebenarnya tidak juga lebih cepat dibandingkan dengan king-of-AGP sebelumnya, Radeon HD 3850. Memang pada dasarkanya Radeon HD 3850 masih yang tercepatĀ  dengan dukungan 256-bit memory bus (sedangkan 4650 128-bit bus) dan sudah menggunakan DDR3 memory (sedangkan 4650 DDR2 memory).

Related posts:

  1. Graphics card tercepat dari AMD, ATI Radeon HD4870 X2
  2. Radeon HD 4870 X2 Tetap yang terbaik
  3. Radeon HD4770 segera hadir!
  4. ATI Radeon HD 4890 2GB dari PowerColor
  5. Performance GPU tergantung fabrikasinya (Radeon 4870)
Tag: ,

1 Komentar

  1. ini dia, ATI emang moy .. masih ngedukung aja AGP .. walauh entar bottleneck-nya begimana dengan benwith lebar si VGA-nya ya? hmm

Beri Komentar